Between the Lines: Na Willa
Na Willa adalah film keluarga yang hadir pada libur lebaran tahun ini. Awalnya, aku tidak menyangka film penuh warna ini justru membuatku banyak berefleksi, dan bahkan mendorongku untuk langsung menuangkannya ke dalam tulisan. And to write 1.056 words, draft, even publish it under 24 hours? Unbelievable. So, here are my thoughts on Na Willa. Innocence We Once Had First of all, Na Willa and I share the same childhood dreams; going to school and getting married hahaha. Lucu ya, anak kecil yang polos, dengan minim pengalaman, justru punya semangat menggebu untuk menuntut ilmu. Orangtuaku bahkan sering mengingatkan (bercanda… atau mungkin tidak?) bahwa dulu aku tidak sabar kembali ke sekolah setiap kali liburan berakhir. There’s something precious about that kind of innocence, a treasure that we need to keep in mind throughout life Sebuah semangat yang seharusnya tidak hilang, bahwa belajar bukan hanya untuk satu fase hidup, tapi sepanjang hayat. Film ini mengingatkan bahwa dulu kita...